JAKARTA – Pangan bukan sekadar makanan yang tersaji di atas meja. Di dalamnya ada kehidupan, kesehatan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Pesan inilah yang menjadi semangat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di SD Strada Pejompongan dengan tema “Solidaritas Pangan Sehat, Terjangkau, dan Menyehatkan”. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal pentingnya makanan bergizi sekaligus belajar bahwa kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekitar.

Ibadat: Mengawali Kegiatan dengan Rasa Syukur
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadat bersama yang diikuti oleh keluarga besar unit TK, SD, dan SMP. Melalui ibadat ini, seluruh warga sekolah diajak mensyukuri pangan sebagai anugerah Tuhan. Rasa syukur tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih ada sesama yang mengalami kesulitan untuk memperoleh makanan yang cukup dan bergizi. Suasana kebersamaan berlanjut melalui penampilan siswa dari unit TK, SD, dan SMP. Partisipasi siswa dari berbagai jenjang pendidikan ini turut memeriahkan kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar Strada Pejompongan.

Penampilan Siswa: Talenta muda untuk Indonesia
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan siswa dari unit TK, SD, dan SMP. Penampilan diawali dari adik-adik TK dengan berjoget bersama, dilanjutkan dengan lantunan lagu dari salah satu siswa SD, dan ditutup oleh penampilan band siswa-siswi SMP. Keterlibatan siswa dari berbagai jenjang ini menambah semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran tentang pentingnya kepedulian dan solidaritas.

Edukasi dari Puskesmas: Mengenal Gizi, Memulai Hidup Sehat
Setelah ibadat dan penampilan siswa, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi gizi oleh pihak Puskesmas. Siswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Satu hal penting yang perlu dipahami sejak dini adalah bahwa makanan sehat tidak selalu harus mahal. Beragam bahan pangan yang mudah ditemukan, seperti sayuran, buah-buahan, telur, dan sumber protein lainnya, dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Pengetahuan ini diharapkan membantu siswa lebih bijak dalam memilih makanan. Sebab, kebiasaan hidup sehat tidak terbentuk dalam satu hari, melainkan tumbuh melalui pilihan-pilihan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Touring Pangan Sehat: Belajar dari Apa yang Dilihat
Belajar tentang pangan menjadi lebih menarik ketika siswa dapat melihatnya secara langsung. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai gizi, siswa mengikuti kegiatan touring pangan sehat dari selasar depan ruang Tata Usaha (TU) SD menuju aula kecil SD. Di sepanjang rute tersebut, berbagai stan makanan telah ditata oleh para orang tua. Siswa berkesempatan melihat beragam sajian yang dapat menjadi inspirasi pilihan makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran para orang tua memberikan makna tersendiri. Mereka tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mengambil bagian dalam pendidikan anak, khususnya dalam membangun kesadaran tentang pentingnya pangan sehat. Dari sini, siswa belajar bahwa membentuk kebiasaan baik membutuhkan kerja sama antara sekolah dan keluarga.

Makan Bersama: Makan Bersama, Belajar Menghargai Pangan
Usai mengikuti touring pangan sehat, siswa kembali ke kelas masing-masing untuk menikmati makanan sehat yang telah diolah dan disiapkan oleh perwakilan orang tua setiap kelas. Makan bersama menjadi bagian sederhana, tetapi bermakna, dari rangkaian kegiatan ini. Siswa tidak hanya menikmati makanan yang tersedia, tetapi juga diajak menghargai setiap hidangan dan memahami pentingnya menghindari pemborosan pangan. Dari kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya dan tidak membuang makanan, kepedulian dapat mulai ditumbuhkan. Anak-anak belajar bahwa menghargai pangan juga berarti menghargai proses dan usaha banyak orang yang terlibat hingga makanan tersaji. Peringatan Hari Pangan Sedunia di SD Strada Pejompongan bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan makanan bergizi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan rasa syukur, kebiasaan hidup sehat, dan kepedulian terhadap sesama. Tema “Solidaritas Pangan Sehat, Terjangkau, dan Menyehatkan” mengingatkan kita bahwa pangan sehat perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat dimulai dengan memilih makanan bergizi sesuai kemampuan, menghargai setiap hidangan, mengurangi pemborosan, serta menumbuhkan kepedulian kepada mereka yang masih kesulitan memperoleh pangan yang layak. Sebagai pendidik, kita berharap nilai-nilai yang dipelajari melalui kegiatan ini tidak berhenti ketika acara selesai. Semoga kebiasaan baik tersebut terus tumbuh di sekolah maupun di rumah. Sebab, pendidikan tentang pangan pada akhirnya bukan hanya mengajarkan anak tentang apa yang baik untuk tubuh, tetapi juga bagaimana menghargai kehidupan dan peduli terhadap sesama.
Penulis : Joseph Galuar Christy Pandango, S.Pd.
Recent Comments