JAKARTA — Sebuah kabar membanggakan datang dari keluarga besar SD Strada Pejompongan. Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, sekolah ini berkesempatan menerima kunjungan Verifikasi Lapangan dalam rangka penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Kunjungan ini menjadi momentum penting yang menandai hasil kerja keras seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga komite sekolah dan orang tua dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.

Apa Itu Sekolah Adiwiyata?

Program Adiwiyata merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya kesadaran dan kepedulian warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan hidup. Sekolah yang meraih predikat Adiwiyata adalah sekolah yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum, kegiatan keseharian, hingga pengelolaan sarana prasarana.

Tingkatannya berjenjang, mulai dari Adiwiyata Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional dan Mandiri. Verifikasi Lapangan yang dilakukan oleh DLH DKI Jakarta pada Selasa lalu merupakan tahap krusial dalam proses penilaian menuju predikat Adiwiyata Tingkat Provinsi — sebuah prestasi yang akan menempatkan SD Strada Pejompongan sebagai salah satu sekolah percontohan di wilayah ibu kota.

Rangkaian Kegiatan Verifikasi

Tim verifikasi yang terdiri dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, serta para ahli lingkungan, tiba di SD Strada Pejompongan sejak pagi hari. Kunjungan berlangsung selama hampir seharian penuh dengan agenda yang padat dan terstruktur.

Beberapa kegiatan utama dalam verifikasi tersebut meliputi:

1. Paparan Profil Sekolah Kepala Sekolah SD Strada Pejompongan, Ibu Yutta Mayaningrum, S.Pd. mempresentasikan profil sekolah, visi-misi yang berorientasi pada lingkungan, serta berbagai program unggulan yang telah dan sedang dijalankan. Paparan ini menjadi pembuka yang meyakinkan tim verifikasi bahwa komitmen sekolah terhadap pelestarian lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari budaya institusi.

2. Penelusuran Dokumen Tim melakukan review terhadap dokumen-dokumen pendukung, seperti kurikulum muatan lokal lingkungan hidup, program kerja tahunan, catatan pelaksanaan kegiatan, hingga dokumentasi kerja sama dengan pihak eksternal seperti puskesmas, dinas kebersihan, dan komunitas lingkungan.

3. Observasi Lapangan Ini merupakan inti dari verifikasi. Tim berkeliling ke seluruh area sekolah untuk melihat langsung kondisi lingkungan, meliputi:

  • Taman dan ruang terbuka hijau yang ditata dengan tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman hias, dan pohon peneduh.
  • Sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu di setiap kelas.
  • Bank sampah sekolah yang dikelola oleh siswa dengan bimbingan guru.
  • Biopori dan sumur resapan yang tersebar di berbagai titik untuk mendukung konservasi air tanah.
  • Instalasi panen air hujan dan pemanfaatan air bekas cucian tangan untuk menyiram tanaman.
  • Kantin sehat yang bebas plastik sekali pakai dan menyediakan wadah makan bawaan dari rumah.
  • Toilet bersih dan ramah lingkungan dengan ketersediaan air yang memadai serta sistem sanitasi yang baik.
  • Lorong literasi hijau dan mading lingkungan yang menjadi sarana edukasi visual bagi siswa.

4. Wawancara dengan Warga Sekolah Tim verifikasi juga melakukan wawancara dengan beberapa guru, siswa, dan tenaga kependidikan untuk menggali pemahaman, motivasi, serta pengalaman mereka dalam menjalankan program-program lingkungan di sekolah.

Komitmen Nyata Warga Sekolah

Yang membuat SD Strada Pejompongan layak menjadi calon Sekolah Adiwiyata Provinsi bukan hanya kelengkapan sarana prasarana, melainkan budaya peduli lingkungan yang telah mendarah daging di kalangan warga sekolah.

Sejak beberapa tahun terakhir, sekolah secara konsisten menjalankan berbagai program lingkungan, di antaranya:

  • Gerakan “Satu Anak Satu Pohon”, di mana setiap siswa baru membawa dan menanam satu bibit tanaman di area sekolah.
  • Program “Selasa Tanpa Plastik”, yang mewajibkan seluruh warga sekolah membawa bekal dan wadah minum sendiri.
  • Jumat Bersih, kegiatan rutin membersihkan kelas dan lingkungan sekolah sebelum pelajaran dimulai.
  • Eco-Enzyme Project, pemanfaatan sampah kulit buah menjadi cairan pembersih alami yang melibatkan siswa kelas tinggi.
  • Kebun Kelas, di mana setiap kelas bertanggung jawab merawat satu petak tanaman sebagai media pembelajaran IPA dan karakter.
  • Duta Lingkungan Hidup, pemilihan siswa yang aktif menjadi pelopor dan penggerak gerakan lingkungan di sekolah.

Program-program ini tidak berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan ke dalam pembelajaran di kelas. Guru-guru SD Strada Pejompongan secara kreatif menyisipkan materi lingkungan hidup dalam mata pelajaran seperti IPA, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, hingga Pendidikan Agama. Hasilnya, siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar menghayati dan mempraktikkan nilai-nilai kelestarian lingkungan.

Peran Siswa sebagai Agen Perubahan

Salah satu aspek yang paling menonjol dari SD Strada Pejompongan adalah peran aktif siswa dalam gerakan lingkungan. Mereka bukan hanya objek pendidikan, melainkan subjek perubahan yang nyata.

Siswa-siswa dilibatkan sejak tahap perencanaan program, pelaksanaan, hingga evaluasi. Mereka diajak berpikir kritis: “Mengapa kita harus memilah sampah?”, “Bagaimana cara menghemat air di rumah?”, “Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak karbon?”

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini ternyata melahirkan kebiasaan-kebiasaan luar biasa. Banyak siswa yang kini membawa kebiasaan baik dari sekolah ke rumah, seperti mengingatkan orang tua untuk membawa tas belanja sendiri, mematikan lampu yang tidak perlu, atau bahkan membuat kompos dari sampah dapur.

Inilah yang dimaksud dengan pendidikan lingkungan yang transformatif — bukan sekadar mengubah sekolah, tetapi juga mengubah keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Apresiasi dan Harapan

Kepala Sekolah SD Strada Pejompongan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kesempatan mengikuti verifikasi ini. “Verifikasi ini bukan tujuan akhir, melainkan sebuah proses refleksi. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil benar-benar berdampak nyata bagi siswa dan lingkungan sekitar. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh guru, karyawan, siswa, orang tua, dan mitra yang telah bekerja keras mewujudkan visi ini.”

Tim verifikasi DLH DKI Jakarta juga memberikan apresiasi positif terhadap keseriusan SD Strada Pejompongan dalam mengelola lingkungan sekolah. Beberapa catatan konstruktif diberikan sebagai bahan perbaikan untuk pengembangan lebih lanjut.

Hasil akhir penilaian akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan. Apapun hasilnya, SD Strada Pejompongan berkomitmen untuk terus melangkah maju dalam perjalanan panjang merawat bumi.

Dari Hal Sederhana, untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata Provinsi mengajarkan satu hal penting: perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal sederhana. Mematikan keran air yang tidak terpakai, memungut sampah yang berserakan, menanam satu pohon, atau sekadar mengingatkan teman untuk membawa botol minum sendiri — semua itu adalah benih-benih kebaikan yang suatu hari akan tumbuh menjadi hutan perubahan.

SD Strada Pejompongan percaya bahwa sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga sekolah yang peduli pada lingkungan — karena lingkungan adalah rumah bersama yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Mari terus wujudkan budaya peduli lingkungan, mulai dari hal-hal sederhana, mulai dari diri sendiri, mulai dari hari ini. 🌱✨

SD Strada Pejompongan Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan. 🌏💙

💬