Sejak tahun 1979, 16 Oktober diperingati sebagai hari pangan sedunia. Tujuan diperingatinya hari pangan sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya masalah pangan.

Masalah pangan di Indonesia masih merupakan persoalan besar statistik FAO tahun 2022 mencatat 5,9% penduduk Indonesia diperkirakan mengalami kelaparan, artinya ada lebih 16 juta orang lebih banyak dari seluruh penduduk Jakarta yang kelaparan, sementara masih banyak orang yang menyediakan makanan bagi diri atau keluarganya dengan kelimpahan sebagai akibat dari kurang bijaksana menyiapkan makanan, membeli atau mengambil makanan terlalu banyak atau memilih makanan yang tidak disukai dan tidak dimakan. Menyimpan makanan dengan sembrono sehingga busuk atau kadaluarsa dan lain sebagainya. Ini tentu menjadi pemborosan dan mengambil kata-kata Paus Fransiskus kakek nenek kita biasa menasehatkan agar jangan membuang makanan sisa.

konsumerisme telah membuat kita terbiasa menyisakan makanan, setiap hari dan kita gagal melihat nilai sejatinya. membuang makanan sama dengan mencuri dari meja mereka yang miskin dan kelaparan.

Tema Hari Pangan Sedunia tahun 2023 ini adalah water is life, water is food. memang pada kenyataan di negara kita penghargaan pada air masih sangat kurang, terlihat dari gampangnya orang sangat boros menggunakan air dan mengotori sumber-sumber air.

Berdasarkan hasil studi kualitas air minum rumah tangga dari kementerian kesehatan pada tahun 2020 menyatakan bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri escherichia. Mengingat air juga merupakan komponen utama penyusun tubuh manusia, ancaman krisis air bersih dan layak minum sudah seharusnya menjadi perhatian, namun di Indonesia menurut kementerian perencanaan pembangunan nasional menjelaskan bahwa capaian sanitasi aman Indonesia masih sangat rendah. Air lebih vital dari pada makanan, manusia bisa tidak makan berminggu-minggu, tetapi hanya bisa bertahan tidak minum selama maksimal 3 hari, jadi kalau kita menganggap diri mencintai sesama, kita perlu bijak dalam memperlakukan bahan makan dan minum, karena membuang atau mengotori air atau menyia-nyiakan makanan sama dengan mencelakakan sesama kita.

kegiatan Hari Pangan Sedunia SD Strada Pejompongan diwarnai dengan kegembiraan dan keceriaan.

kegiatan Hari Pangan Sedunia diawali dengan ibadat dan pemaparan materi yang dipimpin oleh Ibu Ling Ling

dilanjutkan dengan kegiatan interaksi ibu kepala Sekolah dengan siswa siswi SD Strada Pejompongan

 

 

kegiatan anak-anak menikmati hidangan Hari Pangan Sedunia

berkat kerja sama sekolah dan orang tua murid, kegiatan Hari Pangan Sedunia berjalan dengan lancar

terima kasih kami ucapkan kepada bapak ibu orang tua murid SD Strada Pejompongan

.

 

 

Sebarkan artikel ini